catatan harian seorang birokrat

MIMPI KEHADIRAN JATIM PARK III DI PEMANDIAN PATEMON JEMBER

Batu, Jawa Timur.  Liburan panjang imlek tahun ini saya sempatkan sekeluarga berlibur di Malang dan Batu, 2 daerah yang tumbuh pesat perekonomiannya ditopang oleh wisata alam.  Batu dan Malang memang bukan Bali, tetapi pertumbuhan wisata disana sangat heboh, karena pengunjungnya adalah wisatawan lokal. Saya dan keluarga sempat kesulitan masuk ke Jawa Timur Park karena begitu banyaknya pengunjung. Jumlah bis  dan kendaraan pribadi cukup banyak yang datang dari berbagai wilayah. Dengan karcis masuk Rp. 40.000,- per orang kami berdelapan akhirnya masuk ke areal wisata dan menikmati hiburan yang tersedia.  Konsep yang menarik untuk dikaji adalah, keterpaduan antara wisata dengan perdagangan produk unggulan.  Pada pintu keluar, pengunjung diarahkan pada pasar, pusat oleh-oleh dan pasar bunga.   Jadi mau tidak mau pengunjung setelah menikmati wisata akan melewati pusat perdagangan sehingga terjadi simbiose mutualisme yang positif antara investor wisata dengan UMKM lokal.  Acung jempol dua buat investor, pemkot dan pelaku UMKM

Belum selesai saya mengagumi Jatim Park, saya mengunjungi lagi Batu Night Spectacular (BNS). BNS adalah sebuah tempat rekreasi baru di Kota Batu, terletak kurang lebih 30 kilometer sebelah barat Kota Malang, perjalanan menggunakan kendaraan pribadi tidak lebih dari 30 menit, jika kondisi lalu lintas sedang lancar. Sesuai namanya, BNS merupakan sebuah tempat wisata keluarga yang hanya dapat dinikmati malam hari, buka mulai pukul 15:00 sampai dengan 02:00. Dengan memiliki waktu operasional dimalam hari, BNS merupakan sebuah alternatif tujuan untuk melepaskan penat dari beban rutinitas kerja atau kegiatan lain yang telah dilakukan pada siang hari. Rasanya sangat tidak berlebihan jika saya menyebut BNS sebagai satu-satunya tempat rekreasi keluarga yang dapat dinikmati pada malam hari untuk seputaran kota Malang, karena disini tersedia banyak permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung dari segala umur dengan tiket masuk yang sangat murah, yaitu sebesar 10 ribu rupiah untuk tiap orang. Di BNS kita juga dapat menikmati bioskop 3 dimensi wow…!!!

Saya bermimpi dan berandai-andai, investor Jatim Park I  atau BNS di Batu atau investor Jatim PArk II di WBL (Lamongan) mau berinvestasi di Jember.  Di Kabupaten Jember terdapat potensi wisata alam yang tidak kalah dengan Batu lho.  Sekarang dikelola oleh Pemkab dengan nama Pemandian Patemon.  Disana sumber mata airnya bagus dan melimpah.  Kalau Jatim Park butuh areal 11 ha, di Patemon sudah tersedia 4,5 ha tinggal menambah beberapa hektar lagi saya rasa tidak terlalu sulit.  Sarana-prasarana sambil jalan dapat dilengkapi seperti jembatan yang sekarang tidak bisa dilalui bis mungkin dalam waktu tidak terlalu lama bisa diperbesar menggunakan anggaran APBD Jember.  Wisata Alam di Jember tidak kalah dengan Batu.  Bedanya hanya secara lokasional geografis Batu lebih dekat dengan Surabaya sedangkan Jember masih sekitar 300 km dari kota Surabaya

PEMANDIAN PATEMON LOKASI YANG DIIMPIKAN MENJADI JATIM PARK lll
Pemandian Patemon termasuk jenis wisata Buatan terletak di Desa manggisan Kecamatan Tanggul dengan jarak + 35 Km ke arah Barat dari Kota Jember, dengan luas areal 4,5 Ha, berada pada ketinggian ± 500 m/dpl dengan suhu udata antara 28 – 340 C. Keindahan panorama dan kesejukan air kolam pemandian Patemon memang benar–benar mempesona mengingat kolam pemandian peninggalan Belanda ini berasal dari mata air lereng Pegunungan Argopuro.

• DAYA TARIK ATRAKSI WISATA
- PANORAMA ALAM
Di lokasi Obyek Wisata Patemon dapat dinikmati keindahan dan kesejukan alam dengan didukung adanya pohon – pohon rindang dan taman – taman bunga yang tertata rapi, menjadikan wisata patemon sangat menarik untuk dikunjungi
- KOLAM RENANG
Di Obyek Wisata Patemon dapat dinikmati oleh wisatawan adanya kegiatan renang pada kolam renang yang tersedia (dua unit kolam renang yaitu untuk orang dewasa dan anak-anak)
- DANAU BUATAN DAN BECAK AIR
Di Obyek Wisata Patemon dapat dinikmati oleh wisatawan bersama keluarga naik becak air dengan mengelilingi danau buatan dan menikmati indahnya alam sekitar.
- SUMBER MATA AIR MANGGISAN
Pemandian Patemon merupakan Obyek wisata yang dalam kesehariannya memanfaatkan Sumber Mata Air Manggisan yang debitnya cukup besar yaitu sekitar 185 l/detik. Dan di dalam lokasi terdapat sungai sebagai tempat penampungan dengan debit rata – rata 85 l/detik dan bangunan penampungan dari sumbermata air dibangun sejak jaman Belanda.
- PEKAN RAYA HARI IDUL FITRI
Diselenggarakan pada saat lebaran dimulai dari tanggal 1 s/d 10 Syawal yang diisi dengan kegiatan acara hiburan bagi masyarakat.

• FASILITAS
1. Kolam Renang
2. Kantor Informasi/UPTD
3. Toilet dan Kamar Ganti Pakaian serta Tempat Bilas
4. Tempat Areal Parkir
5. Playground
6. Musholla
7. Pos Jaga
8. Telepon Umum
9. Jalan Beraspal

Saya putuskan pulang dari Batu menuju Malang pada pukul 22.00.  Sepanjang jalan saya tidak berhenti berdecak kagum menyaksikan kemacetan lalu lintas Batu-Malang pada malam itu karena begitu banyaknya orang yang berkunjung kedua daerah tersebut. Saya membayangkan apabila mimpi Pemandian Patemon Jember menjadi Jatim Park III itu terwujud, PAD Jember akan melompat naik seperti lompatan PAD Pemkot Batu, dan suatu saat Pemkot Batu tidak akan tergantung lagi pada suplly  DAU pemerintah pusat karena wilayahnya telah mampu mandiri menghidupi rumah tangganya sendiri.  Sekali lagi saya angkat topi dan acungkan 2 jempol saya untuk Pemkot Batu dan Malang, semoga pembangunan wisatanya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.  Dan jangan lupa doakan Jember untuk segera menyusul…… !!!!!!


6 Responses to “MIMPI KEHADIRAN JATIM PARK III DI PEMANDIAN PATEMON JEMBER”

  1. sapimoto Says:

    Sebuah review tempat wisata yang sangat mantab, Pak…
    Sukses!!!

  2. Rudi B. Prakoso Says:

    Setuju banget kalau ada seperti Jatim Park di Jember. Mungkin kalau mau lebih dingin dan sejuk udaranya bagaimana kalau di Rembangan. Apalagi di sana bisa dibuat Agrowisata Buah Naga apalagi disana banyak tanah milik pemerintah yang gundul dan terbengkalai. Nah dari pada gundul lebih baik ditanami buah naga dan pohon perdunya. Dan masyarakat di daerah rembangan harus benar-benar mendukung dengan menanam buah naga sehingga Rembangan menjadi Sentra Buah Naga Jawa Timur.

  3. Limpad Says:

    Jember is The Best, saya juga orang Jember, Rambipuji khususnya. He..he…

  4. Rois Adji Says:

    q dukung usahamu. . . . dijamin jember akan maju dan tentram

  5. pekebun Says:

    Potensi wisata di jember sebenarnya sangat banyak, tapi masih perlu pengelolaan yang lebih baik lagi.
    Kami di kebun Banjarsari juga sedang memulai membuat kebun buah sebagai salah satu sarana wisata agro.
    Salam kenal untuk bapak……..

  6. mirfano Says:

    @pekebun salam kenal juga

Trackbacks



Leave a Reply