Jumat, 21 September 2012 - 14:22:18 WIB
IBU SATUNIK KONSISTEN DIPERDAGANGAN KAKAO
Diposting oleh : Mirfano
Kategori: General Issue - Dibaca: 3067 kali

Setelah menyelenggarakan kakao morning beberapa bulan yang lalu, saya berniat untuk terus merintis pengembangan agroindustri kakao rakyat di kabupaten Jember .  Memang tidak mudah, beberapa simpul strategis harus didapatkan, tidak mungkin mengembangkan kakao rakyat tanpa dukungan kelembagaan pasar.  Saya berupaya untuk mencari informasi kelembagaan pasar kakako di Jember dengan menyisir keberadaan para pedagang pengepulnya
 
Berdasarkan informasi dari Pak Totok Kepala Disbunhut Jember  saya mendapatkan 6 orang nama pedagang Kakao, diantaranya Fauzi di desa kemiri kecamatan Panti, Yoyok di jalan Nusa indah parang, Fais di Baratan Patrang, Rupandi di Baratan Patrang, Dedi Setiawan dan Ibu Rosa.  Nama yang terakhir ternyaman berdomisili di Bondowoso.  Semua nama saya coba untuk dihubungi, hasilnya tidak satu pun yang aktif berdagang kakao.  Terapi berkat kejelian staf akhirnya saya bertemu juga dengan Ibu Satunik, pedagang kakao yang berdomisili tidak jauh dari rumah saya di jalan manyar 55 Jember 
 
Ibu Satunik sudah berusia 67 tahun, tapi luar biasa semangat kerjanya, beliau konsisten berdagang kakao selama lebih dari 10 tahun.  Ibu Satunik membeli kakao dari PTPN 12 dan kemudian dilakukan sortasi di gudangnya kemudian dijual kembali ke pedagang besar di Surabaya atau Bali.  Setiap bulannya Ibu Satunik dapat menjual kakao 5-6 ton dengan berbagai kualitas kakao.  Kualitas paling baik namanya SBB, kemudian BKH (biji kulit hitam) dan Kepek untuk kualitas terendah.  Ibu Satunik setiap harinya mempekerjakan 10 orang karyawan utk pekerjaan sortasi
 
Ada harapan besar dalam hati saya untuk mengembangkan kakao rakyat di masa depan.  Pedagang seperti Ibu Satunik akan menjadi simpul strategis bagi pengembangan kakao rakyat di masa yang akan datang.  Sayapun berdiskusi dengan kadishutbun terkait follow-up kakao morning dan hasilnya kami berencana untuk menyelenggarakan kakao-morning yang kedua dengan agenda mempertemukan pedagang kakao dengan kelompok tani kakao yang selama ini dibina Dishutbun.  Pak Totoksahabat baik saya itu, menegaskan bahwa areal tanaman kakao rakyat di jember saat ini sdh lebih dari 600 hektar tetapi yang sudah dapat dipanen baru sekitar 20 hektar saja
 
Semoga langkah-langkah kecil ini dapat berarti bagi petani kakao dan pedagang kakao dimasa yang akan datang 


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

.:: Welcome to Mirfano.com ::.