Selasa, 09 Oktober 2012 - 21:01:52 WIB
PASAR KENCONG BARU DAN TELADAN NABI
Diposting oleh : Mirfano
Kategori: General Issue - Dibaca: 2877 kali

Sebenarnya "pasar" bukan merupakan bidang tugas kedinasan saya, akan tetapi para pedagang yang bekerja di pasar merupakan sahabat dan stakeholder yang harus diberi excelent services.  Mencermati berbagai pemberitaan tentang aspirasi 700 orang pedagang Pasar Kencong Jember yang saat ini menempati "pasar sementara" yang kumuh dan becek jika hujan dan mendambakan tempat bekerja yang nyaman dan permanen, menggelitik saya untuk memposting tulisan ini agar kita semua dapat menyikapinya secara arif
 
Setahu saya (mudah-mudahan saya tidak salah), pada saat Nabi Muhammad SAW menjadi kepala negara, secara implisit ada 3 prioritas pembangunan (maaf saya menggunakan istilah pemerintahan saat ini) yaitu membangun mesjid, menjaga sumber air dan mengembangkan pasar. Rasulullah pernah memerintahkan sahabat Utsman bin Affan untuk mengambil alih sumber air (sumur ruumah) yang dikomersilkan oleh pemiliknya orang yahudi, sehingga kaum muhajirin harus membelinya setiap membutuhkan air dari sumber itu.  Utsman bin Affan pun mengambil alih sumber air tersebut dengan membelinya dan menyerahkan sepenuhnya kepada kaum muhajirin untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Utsman bin Affan yang dijuluki 'dzun nuurain' (si pemilik 2 cahaya) adalah satu diantara 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga. Beliau seorang pedagang kaya yang dermawan dan seorang dermawan yang kaya
 
Dimasa jahiliyah, pasar tidak saja menjadi tempat perdagangan, melainkan juga sarana pertemuan para sastrawan.  Di pasar orang berlomba-lomba melantunkan syair dan saling membanggakan diri yang akan dinilai oleh tim juri.  Pasar di jazirah arab terdiri dari dua jenis yaitu permanen dan musiman. Pasar permanen berada di pusat kota dan pedesaan, sedangkan pasar musiman, diadakan pada musim-musim tertentu dan tersebar di seluruh jazirah arab. Pada masa itu ada 3 pasar utama yang menjadi tujuan bangsa arab yaitu Pasar Ukazh, Pasar Majinnah dan Pasar Dzualmajaz.  Pasar Ukazh terletak diantara Mekah dangan Thaif, berlangsung selama 20 hari pada tanggal 1-20 Dzulqaidah dan memperdagangkan segala jenis barang seperti sutera, minyak wangi dan hasil tambang. Pasar Majinnah terletak di Mekah, di jalan Zahran sekarang dikenal sebagai Wadi Fathimah, memiliki pemandangan yang indah, air yang melimpah, ramai dikunjungi setelah Pasar Ukazh selesai beroperasi, lamanya 10 hari sejak akhir bulan Dzulqaidah samapi mereka melihat hilal bulan Dzuilhijah.  Pasar Dzualmajaz terletak sekitar 3 mil dari arafah, diantara Mekkah dan Arafah, selama 8 hari, pasar ini ramai karena dikunjungi orang-orang yang menunaikan ibadah haji. Ke 3 pasar tersebut sangat dihormati bangsa arab, sampai ada ungkapan, "jangan mendatangi Ukazh, Majinnah dan Dzualmajaz kecuali dalam keadaan berpakaian ihram haji". Selain ke 3 pasar utama tersebut ada 12 pasar yang terkenal di jazirah arab yang menjadi pusat perekonomian bangsa arab pada zaman itu
 
Rasulullah memiliki pengalaman paling lengkap, pernah miskin, lebih lama kaya, pernah menjadi penggembala, pernah menjadi pedagang, pernah menjadi panglima perang, pernah menjadi kepala negara dan yang pasti adalah nabi dan rosul diakhir zaman. Sebagaimana QS Al Anbiya 107, Tiadalah kami utus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. Kalau kita ingin menghormati teladan nabi maka penting bagi kita untuk menghormati para pedagang karena rasulullah menjadi pedagang lebih dari 15 tahun , singgah dari satu pasar ke pasar yang lain, paling tidak sejak menikah dengan Siti Khadijah RA sampai dengan beliau memperoleh wahyu pertama dan diangkat sebagai nabi dan rasul akhir zaman

Seluruh pengalaman yang dicontohkan Rasulullah adalah gambaran masa kini bahkan sampai di akhir zaman. Pengalaman sebagai pedagang menunjukkan bahwa semua bisnis akan bermuara pada perdagangan. Petani juga pedagang, ketika petani menjual hasil panennya maka pada saai itulah dia berperan sebagai pedagang. Pengrajin tahu-tempe juga pedagang ketika mereka menjual hasil produksinya di pasar.  Pengrajin batik juga pedagang. Pemilik restoran juga pedagang. Pemilik hotel juga pedagang. Secara tersirat nabi menyampaikan pesan kepada kita semua bahwa perdagangan bisa diibaratkan sebagai "ruhnya" bisnis. Jadi sekali lagi, semua bisnis akan bermuara pada perdagangan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah
 
Saat ini, pasar sudah berubah, transaksi perdagangan tidak harus dilakukan di "pasar" secara fisik. Transaksi perdagangan dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka langsung antara penjual dengan pembeli. Transaksi bisa dilakukan melalui telepon atau internet. Meskipun demikian pasar secara fisik baik pasar modern ataupun pasar tradisional tetap lebih disukai oleh masyarakat kita
 
Sejak lebih dari satu dasawarsa dominasi asing makin tidak terbendung dalam perekonomian nasional. Asing menguasai hampir seluruh sektor ekonomi strategis mulai sektor keuangan, perbankan, energi sampai dengan pangan. Keberadaan ritel modern seperti simalakama disatu sisi berdampak positif terhadap perekonomian daerah disisi lain berdampak negatif karena berpotensi mematikan pasar tradisional. Infonya omset pasar tradisional di Jakarta turun lebih dari 60% setelah berkembangnya hipermarket. Ada lagi penulis yang merilis data bahwa pasar modern tumbuh 31% setiap tahun, sedangkan pasar tradisional turun 8% setiap tahun, artinya kalau data tersebut akurat dan kalau dibiarkan tentu saja pasar tradisional hanya akan tinggal nama
 
Para pedagang yang berusaha di pasar tradisional adalah para pengusaha mikro yang memiliki karakteristik daya tahan tinggi, sangat adaptif, produk bernuansa kultur, menggunakan sumber daya lokal dan permodalan relatif kecil. Pada saat  terjadi krisis global di Amerika maupun di zona euro saat ini, ternyata Indonesia memiliki PERFORMANCE ekonomi yang luar biasa kuat dan tangguh. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karakteristik yang dimiliki para UMKM itu
 
Itulah sebabnya kita tidak boleh pesimis, selamat datang PASAR KENCONG BARU, saya yakin cepat atau lambat mimpi para pedagang Pasar Kencong akan terwujud karena kita semua telah memahami teladan nabi tentang perdagangan. Bagi seorang entrepreneur "keberuntungan" adalah bertemunya persiapan dengan kesempatan.  Pedagang Pasar Kencong harus terus mempersiapkan diri menyambut datangnya kesempatan pembangunan Pasar Kencong Baru.  Semoga sejahtera pedagang Pasar Kencong, karena 9 dari 10 pintu rezeki ada di perdagangan dan semoga saja PASAR KENCONG BARU dibangun oleh investasi Pemerintah Kabupaten Jember dan bukan oleh investasi asing


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

.:: Welcome to Mirfano.com ::.