Ir. Mirfano

Catatan Seorang Birokrat

Sekda Mirfano Buka Bimtek PPID Desa

Sekda Mirfano Bicara Honor Pemakaman COVID

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember menindaklanjuti penerapan PPID dengan melaksanakan bimbingan teknis PPID desa di Ballroom Java Lotus Hotel, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, pada Senin (23/5/2022) pagi.
Tercatat, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir. Mirfano, Kepala Diskominfo Jember Bobby A. Sandy, Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik Diskominfo Jember Habib Salim hadir dalam kegiatan tersebut. Tak hanya itu, juga ada Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur Nur Aminuddin dan Relawan TIK Jember Victor Wahanggara.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Bobby itu menerangkan bahwa PPID atau yang disebut Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.
Dia menjelaskan bahwa keterbukaan informasi publik masuk dalam hak asasi manusia yang itu diatur dalam undang-undang, yakni Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Selaras dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember telah berupaya menyelaraskan aspek legal dengan menetapkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Pengelolaan Layanan Informasi Dan Dokumentasi Daerah Oleh Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi Kabupaten Jember
“Perlu diketahui, PPID Kabupaten Jember mencakup berbagai informasi perkembangan terkini dari wilayah di setiap desa di Kabuapten Jember,” paparnya kepada 226 operator desa secara luring dan 226 kades/sekdes secara daring. Contohnya, terkait dengan sejarah nama dari sebuah tempat atau nama desa disertai bukti pendukung seperti prasasti, batu, atau bukti yang lain.
Tujuannya, agar generasi penerus tak lupa akan sejarah asal usul nenek moyang.
Selain itu, terdapat potensi desa yang diangkat di dalam PPID Desa meliputi tempat wisata, pakaian adat, lagu daerah, adat istiadat, hiburan warga lokal dan sekitarnya, serta UMKM kreatif masyarakat. Tujuannya, mewujudkan perputaran roda ekonomi masyarakat sekaligus mengenalkan potensi desa itu sendiri.

Sekertaris Daerah Kabupaten Jember, Mirfano turut angkat bicara terkait ramainya honor pemakaman jenazah COVID-19 yang diterima 4 pejabat termasuk dirinya, senilai Rp70,5 juta. Mirfano membuat pernyataan tertulis yang berisi kinerja yang harus dilakukan pejabat yang mendapatkan Rp70,5 juta.

“Pada bulan Juli 2021 kami harus mengurus lbh dr 1.000 jenazah yg bukan jenazah biasa tp jenazah pasien COVID-19. Kami harus menjamin tidak boleh ada satupun jenazah yang terlantar,” ujar Mirfano melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Jumat malam (27/8/2021).

1. Kematian COVID-19 tinggi
Honor Pemakaman COVID-19, Ini Pembelaan Sekda JemberSekda Jember, Mirfano. IDN Times/Istimewa
Mirfano sendiri juga mendapat honor Rp70, 5 juta. Ia bertugas sebagai penanggung jawab, sementara tiga pejabat lain, Bupati Jember Hendy Siswanto sebagai pengarah, Kepala BPBD Jember Djamil sebagai ketu dan Kepala Bidang Kedaruratan BPBD, Penta Satria sebagai sekertaris.

Di lapangan, kata Mirfano, para petugas pemakaman harus bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Sementara upah petugas pemakaman juga dihitung sama, yakni Rp100 ribu per kasus meninggal. Petugas lapangan mendapatkan honor Rp200 ribu hingga 1-2 juta per bulan, sesuai jumlah jenazah yang dimakamkan.

“Karena pada bulan Juli itu kematian karena COVID-19 rata-rata lebih dari 50 orang per hari saat puncaknya serangan pandemik. Para petugas pemakaman juga harus berhadapan dengan keluarga yang marah dan kekerasan fisik,” ujarnya

2. Ia mengaku berada di level manajemen
Lebih lanjut, Mirfano menyebut pihaknya yang berada di level manajemen tim pemakaman harus mengurus ketersediaan sarana prasarana dalam kondisi belum ada angggaran yang tersedia.